Memulai Bisnis Dengan Strategi Keuangan Yang Kuat

Tidak ada komentar 812 views

Bagi kamu yang baru memulai sebuah bisnis, pada umumnya belum memiliki pemasukan yang memadai dari hasil penjualannya. Sebagai pemula bisnis itu belum memberikan pemasukan yang dapat menutup pengeluaran rutin bulanan. Untuk itu dalam sebuah bisnis baru biasanya dibutuhkan dana cadangan, karena bisnis tersebut belum berjalan dengan baik.

Dalam memulai sebuah bisnis tentunya dibutuhkan strategi dalam mengelola keuangan yang baik agar bisnis tersebut dapat berjalan dan terus tumbuh.

Contoh kasus, seringkali dalam memulai bisnis kita mengalokasikan dana untuk sesuatu yang mungkin kurang penting. Bisa jadi kamu menyewa kantor yang mahal, menyewa atau membeli prabotan kantor yang mewah, membeli kendaraan operasional yang mungkin belum tentu dibutuhkan dan aneka macam pengeluaran lain yang tidak berhubungan langsung dengan penjualan bisnis kamu.

Seorang bisnis pemula biasanya mendapatkan modal dari tabungan pribadinya, atau mungkin soft loan dari keluarga terdekat. Karena, pihak bank biasanya tidak akan memberikan pinjaman kepada bisnis baru yang belum teruji. Bank biasanya hanya mau memberikan pinjaman setelah melihat kemampuan bisnis tersebut dalam 6-12 bulan.

kamu harus menyadari betapa pentingnya dana segar yang kamu miliki pada saat memulai sebuah bisnis. Apabila tidak terkelola dengan baik, akan menghilangkan reputasi bisnis dan kamu sendiri tentunya. Sehingga akan susah untuk mendapatkan pendanaan di masa mendatang. Ekstrimya, dana segar adalah nyawa dari usaha kamu.

FirmBee / Pixabay

Mulai Bisnis dari Skala Kecil

Strategi terbaik untuk memulai sebuah usaha adalah memulai dari skala kecil terlebih dahulu dan membesarkannya secepat mungkin. Selain biaya pendiriannya yang tidak terlalu besar, risiko yang dihadapi tentunya relatif kecil.

Walaupun dengan cara ini bisnis atau pendapatan kamu cenderung kecil dan lambat, namun kamu telah meletakkan fondasi keuangan yang solid dari hasil kerja keras kamu. Selain kamu akan mendapatkan ilmu dan pengalaman berharga dalam memulai sebuah bisnis, kamu akan terhindar dari kerugian yang terlalu besar pada saat memulai sebuah usaha.

Banyak pebisnis pemula yang tidak tahan terhadap godaan, mereka memulai bisnis dengan sekala besar, namun tidak ditunjang dengan pengetahuan dan pengalaman menyebabkan bisnis itu tidak bertahan lama.

 

Fokus Belanja Sebuah Bisnis Baru

Pada saat memulai bisnis fokuslah untuk mendapatkan keuntungan secepatnya. Sebaiknya semua pengeluaran difokuskan untuk mendorong terjadinya transaksi penjualan. Semisal, modal kamu digunakan untuk promosi dan iklan.

Jangan sekali-kali kamu alokasikan untuk hal yang bersifat pemborosan, ingat dana segar adalah nyawa usaha anda pada saat memulai bisnis. Buatlah rincian pengeluaran harian, mingguan, bulanan, lakukan kontrol pengeluaran yang ketat kemudian lakukan evaluasi. Eliminasi pos pengeluaran yang sekiranya masih bisa dilakukan penghematan.

FirmBee / Pixabay

 

 

Lalu?Bagaimana cara melakukan promosi atau iklan apabila dana kita sangat terbatas?

Strategi Barter

Cari disekitar lingkungan kamu “bisnis terkait” yang dapat memungkinkan kerjasama. Semisal bidang bisnis kamu di sektor kuliner seperti coffe shop. Bisa jadi kamu dapat memberikan voucher gratis kepada stasiun radio lokal untuk dapat menyiarkan promosi mengenai usaha coffe kamu. Itu salah satu contoh ilustrasi, siapa tahu kamu memiliki ide yang lebih baik? 🙂

Dengan cara ini kamu akan tetap mengeluarkan biaya di depan, namun perhitungannya lebih baik. Yang dibarter adalah perceiving value dari voucher coffe shop kamu, bukan ongkos produksinya.

Strategi Paid By Result

Ini adalah strategi ampuh untuk menigkatkan penjualan dengan hemat, karena pada dasarnya orang yang akan bekerja untuk kamu. Semisal anda mempunyai toko online, carilah beberapa web/blog perseorangan yang terkelola dengan baik dan mempunyai konten relevan dengan produk toko online kamu.

Aturlah pertemuan dengan pemilik/blogger tersebut dan buatlah kesepakatan, semisal kamu akan membayar blogger tersebut sejumlah uang atau komisi apabila memasang banner pada blog mereka. Namun perlu disepakati secara teknis dalam perhitungannya, semisal akan diberikan komisi sekian rupiah, apabila dapat mendatangkan pengunjung ke toko online kamu sebanyak sekian visitor. Dalam contoh ini dibutuhkan pengetahuan teknis IT.

Pada akhirnya, inti dari sebuah pengelolaan keuangan bisnis adalah bagaimana membuat semua pengeluaran dari bisnis kamu menghasilkan pemasukan yang terukur. Tidak semua usaha pemasaran membutuhkan biaya yang besar, dan dari ilustrasi diatas ternyata biaya berpromosi pun dapat kita tekan seminim mungkin.

Sukses Selalu! 🙂

Tag:

Tinggalkan pesan "Memulai Bisnis Dengan Strategi Keuangan Yang Kuat"