Menghitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal

1 komentar 2913 views

Membayar Zakat Fitrah dan Zakat Mal, merupakan kesempurnaan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.

Zakat adalah rukun Islam yang ketiga, yang artinya memberikan sebagian kekayaan untuk orang yang berhak menerimanya apabila sudah mencapai nisab (jumlah kekayaan minimal) dan haul (batas waktu) zakat.

Lalu, apa sih sebenarnya manfaat dan kegunaan zakat bagi keuangan atau finansialmu?

Cari tahu lebih lanjut di akhir artikel ini, yuk!

Sebagaimana diketahui bersama, Zakat adalah salah satu kewajiban yang tercantum dalam Al Qur’an. Sebagaimana Firman Allah SWT:

“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat” (Al Baqarah:110).

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (Al Bayyinah:5).

“…Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”. (Al Ahzab:33).

 

Mengenal Zakat Fitrah dan Zakat Maal

menghitung zakat

Zakat Fitrah

Zakat terdiri dari dua jenis, yaitu Zakat fitrah dan Zakat Maal. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan pada bulan Ramadan, tepatnya menjelang hari raya.

Misalnya 1 atau 2 hari sebelum shalat ‘Ied, apabila terlewat dari shalat ‘ied maka dikategorikan sedekah.

Adapun besaran yang harus dikeluarkan adalah 3,5 liter atau setara 2,5 kilogram makanan pokok yang biasa kita makan (beras).

Zakat yang satu ini wajib dikeluarkan oleh kamu yang sudah punya penghasilan tetap sendiri.

Banyak ulama menganjurkan agar membayar Zakat Fitrah dengan menggunakan makanan pokok, dibandingkan dengan uang.

Hal ini dikarenakan, jika kita membayarnya dengan uang, ada kemungkinan nilai uang yang kita berikan tidak sesuai jika digunakan untuk membeli makanan pokok saat Idul Fitri, sebagai contoh kenaikan harga sembako karena kondisi ekonomi negeri dan inflasi.

“Islam didirikan di atas lima dasar: mengikrarkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan berhaji bagi siapa saja yang mampu” (HR. Muttafaq ‘alaih).

 

Zakat Maal

Teruntuk kamu yang sudah mapan finansial dan memiliki harta simpanan berlebih, wajib untuk membayar Zakat Maal. Harta berlebih di sini berarti selain kebutuhan sandang, pangan, dan papan yang kamu miliki.

Sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2 syarat, yaitu:

  1. Dapat dimiliki, dikuasai, dihimpun, disimpan.
  2. Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya. Misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dan lain-lain.

Dan harta (maal) yang wajib di zakati antara lain binatang ternak (seperti unta, sapi, kerbau, kambing, domba dan unggas), emas, perak, biji makanan yang mengenyangkan seperti beras, jagung, gandum dan sebagainya (Al An’aam:141), buah-buahan seperti anggur dan kurma (HR Tirmidzi) dan harta perniagaan.

Cara Menghitung Zakat Maal

Secara sederhana menghitung Zakat Maal adalah 2,5% dari Jumlah Harta Yang Tersimpan Selama 1 Tahun (tabungan dan investasi).

Semisal kamu memiliki tabungan di Bank sebesar Rp100 Juta, rumah yang dikontrakkan senilai Rp500 juta dan emas perak perhiasan senilai Rp25 juta. Total harta yang kamu miliki selama setahun kebelakang adalah Rp625 juta.

Jika harga 1 gram emas sebesar Rp500.000,- maka batas nisab Zakat Maal kamu adalah Rp42.500.000,-. (Nisab Zakat Maal = 85 x harga emas pasaran per gram)

Jadi dari ilustrasi ini total harta kamu selama setahun melebih batas nisab Zakat Maal, maka kamu harus membayar sebesar Rp625 juta x 2,5% = Rp15.625.000 per tahun.

 

aditya_wicak / Pixabay

aditya_wicak / Pixabay

Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Sebagaimana yang ditegaskan dalam QS. At-Taubah: 60, golongan yang berhak menerima pemberian zakat dibagi 8 kelompok, yaitu:

  1. Faqir. Orang beriman yang tidak punya harta dan kemampuan untuk berusaha, sehingga tidak mampu memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
  2. Miskin. Orang beriman yang mempunyai kemampuan untuk berusaha, namun hasil usahanya masih belum mencukupi untuk memenuhi segala kebutuhan hidup.
  3. Amil. Orang beriman yang ditunjuk untuk mengurusi atau mengumpulkan zakat, sedangkan ia tidak memperoleh gaji atau upah dari kegiatannya itu.
  4. Muallafah Qulubuhum. Orang yang baru masuk Islam.
  5. Ar-Riqab. Seorang hamba sahaya yang telah dijanjikan oleh tuannya bahwa dia boleh menebus dirinya dengan sejumlah uang yang telah ditentukan.
  6. Al-Gharimun. Orang beriman yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup (di jalan Allah) dan belum mampu untuk melunasi hutangnya tersebut.
  7. Fi Sabilillah. Orang beriman yang berjihad di jalan Allah. Dalam hal ini bisa bala tentara yang berperang secara suka rela atau orang-orang yang mengikhlaskan jiwa raganya untuk Islam.
  8. Ibnu As-Sabil. Orang beriman yang sedang terlantar dalam perjalanan dan membutuhkan bantuan.

Selain penjelasan di atas ada pula beberapa golongan orang yang tidak berhak mendapatkan zakat, yaitu:

  1. Orang kaya
  2. Anak kecil yang dianggap kaya karena orang tuanya kaya.
  3. Orang kuat yang mampu bekerja.
  4. Orang kafir, murtad dan orang yang memerangi Islam.
  5. Isteri.
  6. Kedua orang tua, anak dan kerabat dekat (kecuali karena ada alasan tertentu).

Manfaat Zakat Bagi Finansial Kamu

stevepb / Pixabay

stevepb / Pixabay

Mensucikan Hartamu

Uang yang kamu terima dalam pekerjaan atau penghasilan usaha kamu, entah sengaja atau tidak ada kalanya mungkin kamu melakukan sesuatu yang kurang bijak.

Sehingga, hak yang kamu terima itu tidak sepenuhnya bersih atau suci. Untuk itulah zakat menjadi sarana terbaik untuk mensucikan hartamu. Hal ini penting agar apa yang kamu dapatkan berkah.

Terbiasa Untuk Berbagi

Manfaat zakat itu bermacam-macam. Tapi satu hal yang pasti kamu rasakan adalah munculnya rasa empati pada orang lain yang kekurangan. Dengan begitu, kamu pun akan terbiasa untuk selalu berbagai dengan orang lain. Setidaknya memberikan sedikit dari apa yang kamu miliki untuk mereka yang hidupnya tidak seberuntung kamu.

Sebuah kisah nyata…

Seorang kakek, berpenghasilan kurang lebih Rp800.000 sebulan dari kerja keras nya mengajar ngaji, di lingkungannya.

Setiap hari jum’at ba’da jum’atan, kakek ini berkeliling membagikan nasi bungkus sebanyak 100 nasi bungkus (misal 1 bungkus Rp3.000) ke warga sekitar dengan menggunakan sepeda tuanya

Kalau logika hitungan matematika.. Rp3.000×100 bungkus = Rp300.000x 4 minggu = Rp1,2 Juta

Dan hebatnya.. kakek ini bisa menabung untuk bisa naik haji.

Saya ulangi! Rp 800.000 sebulan…

bisa membagikan 400 bungkus nasi dan bisa nabung haji.. itu gimana hitungannya ????

“Iya buat celengin di akhirat “, itulah ucap Mbah Asori sewaktu ditanya mengenai alasan sedekahnya di setiap jum’at tersebut.

Mbah Asrori, sosok teladan yang mengispirasi kita semua, memiliki 3 orang anak dan 10 cucu ini beralamat alan Pati Unus II No 14 Kecamatan Gayamsari, Semarang.
(dari berbagai sumber).

“Sedekah tidak akan mengurangi harta” (HR. Muslim)

mbah Asrori

Mbah Asrori via 1001kisahteladan.com

Terbiasa menyisihkan uang

Dengan kewajiban berzakat setiap tahunnya, kamu tentu akan terbiasa untuk mengatur keuanganmu. Menghitung dari jauh hari, berapa dana yang nantinya akan kamu keluarkan untuk berzakat. Kebiasaan seperti ini akan menempa dirimu agar selalu rutin menyisihkan uang.

Tips: Aturlah alokasi bulanan kamu dengan porsi 5 persen untuk zakat, 80 persen untuk biaya hidup dan 15 persen untuk menabung. Sehingga kamu tidak ‘kaget’ untuk menunaikan Zakat Maal yang wajib dilakukan setahun sekali sebagai mana contoh perhitungan diatas.

 

Hidup hemat

Mindset kamu akan berubah, dan mendisiplinkan kamu untuk berpikir dua kali sebelum konsumsi. Zakat akan membantumu untuk hidup hemat. Daripada menggunakan uang untuk belanja baju saat ada diskon Lebaran, kamu akan berpikir untuk lebih baik menyimpan uangmu untuk Zakat dan membuatmu hidup hemat.

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu dan untuk saya sendiri. Sudahkah kamu menyiapkan Zakat di bulan Ramadhan ini?? 🙂

  1. 4 Langkah Mempersiapkan Mudik Lebaran TANPA Menggunakan Pinjaman . Blog Finansial1 tahun ago

    […] Menghitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal4 Cara Hemat Buka Puasa Bersama4 Cara Cerdas Mencegah Pemborosan di Bulan Ramadhan « PrevPenting!: Cara Alokasi THR (Gaji ke 13 & 14) Dengan Bijak di Bulan RamadhanNext »4 Hal Ini Bisa Bantu Ekonomi Kamu dan Negaramu Lebih Baik […]

    Balas

Tinggalkan pesan "Menghitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal"