4 Langkah Mempersiapkan Mudik Lebaran TANPA Menggunakan Pinjaman

Horeeeee! Sebentar lagi Lebaran! Siapa yang mau mudik Lebaran nanti? Atau stay saja menikmati sepinya Ibu Kota? 😀

Salah satu tradisi yang paling dinanti menjelang akhir bulan Ramadhan adalah tradisi mudik Lebaran ke kampung halaman.

Berkumpul bersama keluarga besar di hari Lebaran tentunya merupakan salah satu bentuk kebahagiaan yang ingin dirasakan oleh semua umat Muslim.

Namun, kamu juga perlu ingat, mempersiapkan mudik membutuhkan persiapan dan biaya yang tidak sedikit, tergantung jauhnya lokasi kampung halaman mu.

Lebih bagusnya lagi, persiapan untuk mudik lebaran perlu dilakukan sejak jauh hari, tidak terbatas pada saat mulai memasuki bulan puasa saja.

Hal ini di amini juga oleh Managing Director dari situs pembanding produk keuangan HaloMoney.co.id, Jay Broekman, menyatakan bahwa:

“Mudik merupakan suatu tradisi yang rutin dilakukan setiap musim Lebaran. Bagi yang akan mudik, persiapan pemenuhan biaya lebih bijak dilakukan sejak jauh untuk menghindari mudik dengan meminjam uang. Tentu akan sangat disayangkan jika kita harus kembali beraktivitas setelah mudik sambil dihantui perasaan tidak enak karena harus melunasi utang,” kata Jay.

Lalu, gimana caranya mempersiapkan finansial kita untuk mudik Lebaran?

Menyiapkan Finansial Untuk Mudik & Lebaran

PDPics / Pixabay

Langkah pertama, persiapkan mudik lebaran dengan detil dan rapih.

Kamu harus memikirkan perencanaan kegiatan mudik lebaran supaya mengetahui kisaran biaya yang dibutuhkan. Sebagian dari kamu memilih untuk mudik melaui jalur darat, laut, ataupun udara.

Jika kamu berencana mudik jalur darat dan laut, kamu perlu melakukan persiapan tambahan seperti bekal perjalanan, BBM, dan mungkin media hiburan sepanjang perjalanan.

Buatlah perkiraan biaya berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, atau kamu bisa juga tanya ke teman dan saudara yang menggunakan rute yang sama.

Jika kamu memilih jalur udara, ingatlah harga tiket pesawat cenderung mahal di musim liburan dan mudik lebaran. Kalau kamu tergabung dikeanggotaan suatu maskapai penerbangan, kamu bisa memanfaatkan poin keanggotaan (airmiles) untuk mendapatkan harga yang lebih bersahabat.

Selain itu, kamu bisa menggunakan program airmiles dari kartu kredit. Setelah poin kamu terkumpul, kamu bisa menukarnya dengan tiket penerbangan ataupun berbagai layanan penerbangan lainnya.

OK, intinya adalah kamu mengetahui dengan pasti kebutuhan pengeluaran pada saat mudik lebaran itu berapa dan alokasinya kemana saja, dan juga hal-hal yang bisa lebih menghemat pengeluaran sudah kamu set up sejak dini.

 

 

Kedua, mempersiapkan budget bulanan.

Belum pernah membuat budget bulanan?, maka inilah saatnya!

Pada budget bulanan, kamu cukup menyiapkan beberapa pos pengeluaran sederhana seperti makanan atau belanja kebutuhan makan, cicilan rumah / pembayaran kos, dan sebagainya.

Berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya, cobalah buat perkiraan kebutuhan harian di bulan Ramadhan. Hal ini akan sangat membantu agar arus keuanganmu tidak sampai defisit selama bulan puasa.

Repot dikit gapapalah bro! 🙂

tookapic / Pixabay

Ketiga, menyisihkan penghasilan sedini mungkin.

Sedini mungkin, dan jangan ditunda, kemudian baru dipikirkan pada saat menjelang lebaran, bisa fatal bro!. Begini, pada saat kamu mendapatkan THR dan bonus dari perusahaan (jika ada), segera sisihkan sebagian untuk memenuhi kebutuhan mudik. Dengan begini, kamu telah melakukan antisipasi terhadap arus keuangan defisit pada saat mudik lebaran.

Ilustrasinya begini, kamu berniat untuk mudik dengan jalur udara.

Biaya yang diperkirakan adalah tiket pesawat pulang pergi Rp 1,5 juta ditambah biaya perjalanan dan oleh-oleh untuk keluarga di rumah sekitar Rp 1 juta (Total biaya mudik = RP 2,5 juta).

Penghasilan kamu Rp 3 juta per bulan dengan budget biaya bulanan sebesar Rp 2,4 juta untuk bulan Ramadhan. Artinya kamu bisa memperoleh Rp 600 ribu untuk langsung disisihkan sebagai persiapan mudik lebaran nanti.

Misalkan kamu dapat THR dua minggu sebelum hari Lebaran dengan jumlah Rp 3 juta (1 x Gaji bulanan), kamu perlu menyisihkan THR tersebut sebesar Rp 1,9 juta (Biaya mudik Rp 2,5 juta dipotong Rp 600 ribu penyisihan gaji awal). Sisa THR dapat digunakan untuk tabungan, dana darurat atau keperluan lainnya. 🙂

 

Tunaikanlah Kewajiban Zakat Kamu

Membayar Zakat Fitrah dan Zakat Mal, merupakan kesempurnaan dalam menjalankan ibadah puasa kamu di bulan Ramadhan ini.

Zakat adalah rukun Islam yang ketiga, yang artinya memberikan sebagian kekayaan untuk orang yang berhak menerimanya apabila sudah mencapai nisab (jumlah kekayaan minimal) dan haul (batas waktu) zakat.

Supaya kamu lebih paham, artikel mendalam tentang Zakat Fitrah dan Zakat Maal dapat kamu lihat disini.

atau bisa juga klik banner dibawah ini.zakat

Terakhir, besarkan hati dan jadilah sederhana.

Langkah terakhir adalah siap untuk merayakan Lebaran dengan sederhana, terutama jika memang penghasilan kamu pas-pasan dalam memenuhi kebutuhan di bulan puasa dan juga mudik lebaran.

Jangan sampai demi gengsi semata, kamu memaksakan diri belanja berbagai kebutuhan yang tidak diperlukan. Seperti, membeli baju baru dan sebagainya. Cobalah periksa baju-baju lama yang jarang dipakai, barang kali ada yang masih pantas.

Usahakan dengan pasti, jangan sampai berhutang demi merayakan Lebaran dengan mewah.

Bijaklah dalam mengelola keuanganmu agar arus kas di bulan puasa ini stabil, bahkan bisa dialokasikan untuk menabung!

Selamat menjalankan ibadah puasa dan capai kesempurnaan ibadah kamu di bulan suci ini. 🙂

Tinggalkan pesan "4 Langkah Mempersiapkan Mudik Lebaran TANPA Menggunakan Pinjaman"