Strategi Cerdas Dalam Mempersiapkan Dana Pensiun

1 komentar 977 views

Pensiun merupakan salah satu tujuan finansial bagi semua orang, baik yang bekerja maupun yang berwiraswasta. Makin cepat kamu siap untuk pensiun justu lebih bagus! Artinya kamu siap pensiun dalam keadaan bebas finansial.Lalu, bagaimana cara kita untuk mempersiapkan dana pensiun?

Saat memasuki masa pensiun, kita berharap agar tidak perlu bekerja lagi mencari uang dan cukup menikmati sisa hidup dengan tenang untuk melakukan berbagai aktivitas yang kita senangi.

Kenyataannya, tidak demikian. Banyak pekerja di Indonesia yang sudah melewati batas usia pensiun dan masih tetap bekerja full-time. Memang ada berbagai alasan mengapa mereka memilih untuk tetap bekerja.

Skitterphoto / Pixabay

Namun, salah satu faktor seseorang masih bekerja di usia pensiun adalah kurangnya tabungan untuk mengisi masa pensiun mereka.

Managing Director dari situs pembanding produk keuangan Halomoney.co.id, Jay Broekman, menyatakan bahwa sebagian orang memilih untuk berfokus pada pemenuhan kebutuhan saat ini dibandingkan kebutuhan saat pensiun.

“Ketika akan mendirikan sebuah bangunan, Anda tentu memerlukan desain dari konstruksi atas bangunan tersebut. Anda tidak bisa sekedar mengira-ngira luas tanah yang diperlukan dan menempatkan material bangunan seadanya dengan berharap hasil akhirnya akan sama dengan bangunan yang anda imajinasikan. Pensiun, sama seperti mendirikan bangunan, perlu ‘desain’ yang sudah direncanakan agar berhasil dinikmati dengan tenang,” kata Jay.

Ada beberapa strategi dan pengelolaan dana yang bisa kita terapkan untuk membuat ‘desain’ masa pensiun yang diharapkan.

Strategi 1,

jangan cairkan dana BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua (JHT), atau dulu disebut Jamsostek, lebih dini jika tidak ada keperluan yang sifatnya produktif. Berdasarkan aturan baru per 1 September 2015, dana BPJS dapat dicairkan bertahap tanpa perlu menunggu hingga usia pensiun, yaitu usia 56 tahun.

Sebagian orang menyambut dengan senang aturan tersebut, namun Anda tetap perlu bijak menyikapi perubahan tersebut.

Iuran dana JHT merupakan salah satu solusi yang disediakan pemerintah untuk menunjang masa tua para pekerja di Indonesia, jadi dana BPJS yang kamu peroleh tidak bijak jika digunakan untuk berfoya-foya.

Selain itu, kamu juga akan dikenakan pajak progresif atas saldo JHT, yang tarifnya berada di antara 5% hingga 30%. Jika memilih untuk mencairkan JHT saat memasuki usia pensiun, maka tarif pajak yang dikenakan hanyalah 5% saja tanpa mempedulikan nilai saldo JHT.

Sebelum usia pensiun, kamu dapat memilih untuk mengambil dana JHT 10% untuk keperluan persiapan pensiun atau 30% untuk biaya perumahan. Cara pencairan JHT beserta dokumen yang diperlukan bisa cek langsung di situs BPJS ketenagakerjaan.

Jika memang sudah mantap untuk mengambil keputusan mencairkan dana JHT sebelum usia pensiun, maka sebaiknya digunakan untuk kegiatan yang produktif, seperti memulai usaha sendiri.

Strategi 2,

Kamu perlu memetakan waktu untuk mengukur kapan Anda akan pensiun. Jika Anda mengikuti ketentuan usia pensiun normal di Indonesia (56 tahun), maka berapa sisa waktu kamu hingga usia pensiun tersebut. Sebagai contoh, jika usia saat ini adalah 31 tahun, maka masih memiliki waktu sebanyak 25 tahun untuk persiapan pensiun.

Jika kamu punya target pensiun lebih dini, maka juga perlu mengukur sisa waktu yang diperlukan hingga mencapai usia pensiun dini. Pengukuran sisa waktu ini merupakan faktor krusial dalam membuat strategi pensiun yang baik, seperti yang terlihat pada strategi berikutnya.

Strategi 3,

Mengukur perkiraan jumlah dana yang akan diperlukan untuk menikmati sisa pensiun kamu. Untuk ini, bisa menggunakan kalkulator finansial yang mudah ditemukan di internet, karena kamu juga perlu memperhitungkan faktor inflasi saat mengukur biaya hidup saat pensiun kelak.

Oleh karena itu, sisa waktu yang diperlukan mencapai masa pensiun memegang peranan penting dalam perencanaan pensiun.

Berdasarkan ketiga strategi ini, kemudian menetapkan berapa perkiraan dana yang akan diperlukan. Jika ini dilakukan, maka kamu dapat mengambil tindakan yang sesuai untuk mencapai target biaya pensiun.

Contohnya,

berdasarkan kalkulator finansial, biaya hidup yang kamu perlukan adalah Rp 1 Milyar untuk hari tua kelak. Saat ini kamu masih memiliki sisa waktu sebanyak 25 tahun untuk mengumpulkan Rp 1 Milyar saat mencapai usia pensiun. Langkah apa yang perlu Anda lakukan untuk mengumpulkan uang sebanyak itu?

Salah satu cara utama untuk melakukannya tentu dengan menabung. Misalkan menabung Rp 3 juta per bulan. Dalam 1 tahun, kamu mengumpulkan hingga Rp 36 juta. Dalam 25 tahun, jumlah tabungan yang berhasil dikumpulkan adalah Rp 900 juta. (Catatan: Untuk penyederhanaan ilustrasi, unsur bonus dan bunga tidak dihitung di sini. Sekali lagi, gunakan kalkulator finansial untuk mendapatkan hasil yang akurat)

stux / Pixabay

stux / Pixabay

Sekarang, bagaimana caramu mengumpulkan sisa uang Rp 100 juta?

Dana JHT dari BPJS memiliki peran besar untuk mengisi kekurangan dana pensiun yang Anda perlukan. Tentunya,  kamu juga perlu menghitung apakah JHT yang dikumpulkan akan cukup atau tidak untuk menutupi kekurangan tersebut. Namun, bagaimana jika masih tidak cukup?

Alternatif pertama, kamu mencoba untuk berhemat lebih banyak untuk menambah jumlah yang Anda tabung setiap bulan.

Alternatif kedua, memulai memiliki bisnis sendiri meskipun skalanya tidak terlalu besar.

Jika hanya bergantung pada penghematan, maka sumber penghasilan akan hilang sepenuhnya saat kamu berhenti bekerja. Namun, bisnis dapat terus berjalan meskipun kamu sudah berhenti bekerja. Bahkan, memulai bisnis sendiri menjadi alternatif yang lebih cocok jika kamu ingin pensiun dengan lebih cepat.

Ada banyak sekali tipe bisnis yang dapat dimulai dengan modal minim, bahkan bagi yang tidak punya pengalaman dalam berbisnis. Bisnis reseller dan bisnis kuliner dengan gerobak makanan merupakan salah satunya. Untuk memulai bisnis dengan modal minim ini, bisa menggunakan fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA) agar tidak mengganggu saldo tabungan.

Perhatikan juga syarat-syarat pengajuan KTA dan parameter lain, seperti bunga dan total pembayaran di akhir masa pinjaman. Kamu bisa mengecek berbagai produk KTA di situs perbandingan produk keuangan yang mudah ditemui di Indonesia. Sebagai contoh perbandingan, berikut ini merupakan tabel produk KTA di Indonesia.

Bank Suku Bunga 12 Bulan 24 Bulan
BNI Fleksi 0.99% 28,220,000 31,290,000
Permata KTA Payroll 1.19% 28,820,000 32,390,000
Standard Chartered KTA 1.49% 30,345,000 34,865,000
X-TRA Dana CIMB Niaga 1.50% 30,000,000 34,500,000
Mandiri KTA 1.56% 30,437,500 35,125,000

 

Masa pensiun merupakan masa yang seharusnya dapat kamu nikmati dengan tenang. Oleh karena itu, rencanakan masa pensiun dengan bijak dan sebaik mungkin. Yuk! saja juga nih. 😀

 

  1. author

    KalkulatorGrosir.com1 tahun ago

    rumit juga perhitungannya harus pakai kalkulator. semoga saya bisa pensiun dini

    Balas

Tinggalkan pesan "Strategi Cerdas Dalam Mempersiapkan Dana Pensiun"