Penting!: Cara Alokasi THR (Gaji ke 13 & 14) Dengan Bijak di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan telah tiba, bulan yang ditunggu-tunggu bagi seluruh umat muslim di dunia. Berbagai pernak-pernik terkait Ramadhan tentu sudah mulai mudah ditemukan di mana-mana.

Bagi para karyawan kantor, salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu menjelang musim Lebaran tiba adalah dibagikannya Tunjangan Hari Raya (THR). Terlebih lagi bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mulai tahun ini akan menerima Gaji ke-13 dan ke-14 sebagai salah satu bentuk THR-nya.

TheAngryTeddy / Pixabay

THR bisa dianggap sebagai gaji-13 dan bonus yang diterima oleh karyawan. Namun, penggunaan THR perlu dilakukan dengan bijak agar tidak menyebabkan kesulitan keuangan di kemudian hari.

Managing Director dari situs pembanding produk keuangan paling populer di Indonesia HaloMoney.co.id, Jay Broekman, menyatakan bahwa persiapan alokasi THR perlu dilakukan sedini mungkin untuk menghindari kesalahan pengaturan keuangan saat memasuki bulan Ramadhan.

β€œTHR merupakan suatu berkah yang perlu dikelola dengan bijak. Jika Anda tidak merencanakan alokasi THR sejak dini, maka Anda memiliki kemungkinan akan menggunakan THR untuk kebutuhan konsumtif semata. Apalagi, penggunaan THR dan gaji bulanan sangat disarankan untuk dipisah untuk memaksimalkan pengelolaan keuangan di bulan Ramadhan,” kata Jay.

Sesuai yang dikatakan oleh Jay, saya pun sependapat, kamu harus bisa tetap menggunakan gaji bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk alokasi THR yang bijak, berikut beberapa tips untuk mengalokasikannya dengan maksimal selama bulan Ramadhan.

 

Tabungan

Alokasi pertama adalah untuk tabungan. Sama seperti gaji bulanan, kamu disarankan untuk menyisihkan THR setidaknya 10% hingga 20% untuk dimasukkan ke dalam rekening tabungan. Sisihkan begitu pertama kali menerima THR agar kamu tidak tergoda menggunakannya untuk keperluan yang lain, termasuk keperluan sehari-hari.

Zakat dan Baju Baru

Alokasi kedua adalah keperluan pakaian baru, perlengkapan ibadah, serta zakat. Untuk seluruh keperluan ini, alokasi yang disarankan juga sekitar 10% hingga maksimal 20%. Jika kamu ingin membeli pakaian baru, disarankan untuk membelinya sejauh mungkin sebelum Lebaran untuk menghindari harga yang naik tinggi serta antrian yang penuh sesak di pusat perbelanjaan.

Alokasi zakat Fitrah disesuaikan dengan kewajiban, sedangkan perlengkapan ibadah, zakat Maal , dan Infaq disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan.

 

Keperluan Mudik

Alokasi ketiga THR digunakan untuk jamuan Lebaran atau mudik. Hal ini akan tergantung apakah kamu merayakan Lebaran di rumah atau mudik ke kampung halaman bertemu dengan keluarga besar. Jamuan Lebaran ini termasuk dalam hidangan Lebaran, kue, dan dekorasi bertema Lebaran; sedangkan mudik sudah termasuk tiket transportasi, bensin, atau persiapan lain di jalan, dan yang ini harus kamu antisipasi dengan seksama karena sangat mungkin berpotensi untuk menguras pos alokasi kamu yang lainnya.

Berbagi Kepada Yang Membutuhkan

Jumlah alokasi kebutuhan ini menyesuaikan dengan alokasi keempat, yaitu pembagian THR bagi yang memiliki karyawan (misal pengasuh anak di rumah) dan angpao Lebaran untuk keluarga. Umumnya, alokasi untuk seluruh kebutuhan ini bisa mencapai 50%-60% dari seluruh THR yang kamu terima. Sebaiknya, saat menerima THR kamu langsung memasukkan ke dalam beberapa amplop terpisah untuk penerima THR dan angpao Lebaran.

 

Cicil/Lunasi Hutang

Sisa alokasi THR akan lebih tepat digunakan untuk pelunasan hutang berjalan yang kamu miliki. Tentu kamu ingin merayakan hari kemenangan tanpa dibayang-bayangi oleh beban hutang bukan. Apabila tidak memiliki hutang yang perlu dibayar, maka alokasikan untuk investasi masa depan ataupun tabungan dana darurat.

Dengan begitu, kamu bisa berjaga-jaga seandainya kebutuhan harian tidak tercukupi dari gaji bulanan.

Berikut ini simulasinya, misalkan mendapatkan THR Rp 10 juta, dengan asumsi Anda merayakan Lebaran di rumah sendiri bersama keluarga besar:

tabelTHR

Rencanakan dengan bijak alokasi THR yang kamu terima untuk memaksimalkan pengelolaan keuangan kamu selama bulan Ramadhan dan juga seterusnya. Dengan demikian, kamu tidak akan perlu menggunakan pinjaman untuk keperluan Lebaran seperti mudik dan sebagainya.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Salam. πŸ™‚

Tinggalkan pesan "Penting!: Cara Alokasi THR (Gaji ke 13 & 14) Dengan Bijak di Bulan Ramadhan"